BIAR BEKAS ASAL BERKUALITAS

Saya  jogging minggu pagi kemarin di alun-alun dekat rumah. Pada saat selesai jogging,  saya pun mengistirahatkan diri dengan duduk sembari  selonjorkan kedua kaki lurus. Secara tak sengaja, saya melihat seorang pedagang tengah menjajakkan barang-barang dagangan di tepi jogging track. Barang-barang dagangannya meliputi majalah, buku pelajaran, novel, kamus, serta komik. Kesemuanya itu bekas. Ia bandrol rata-rata untuk setiap barang jualannya seharga 5000 – 40 ribu rupiah.

Murah ya murah, tetapi saya harus pintar-pintar memilih. Makanya, saya hanya minat membeli 5 barang saja. 2 majalah dan 3 buku cerita. Biaya yang saya keluarkan seluruhnya 30 ribu. 20 ribu untuk 2 majalah. 10 ribu untuk 3 buku cerita.

National Geographic Traveler Magz

Para pejalan dan penikmat petualangan pasti sudah tahu majalah NGOT.  Edisi perdana ini diterbitkan bulan Januari 2009.  Ulasan tentang lanskap spritual China luar biasa menarik.

Travel 3Sixty

Travel 3Sixty

Travel 3Sixty adalah majalah wisata berbahasa Inggris yang diterbitkan oleh AirAsia dan diberikan buat para penumpangnya secara gratis. Karena saya ingin miliki, jadi saya bayari saja. Artikel  khusus di edisi Januari 2010-nya ini,  mengangkat tempat-tempat wisata indah dan penuh tantangan di Bandung.

Buku cerita "Kisah dari Taman Wortel"

Buku cerita “Kisah dari Taman Wortel”

Pengarang bukunya adalah Neil Connelly. Sedangkan illustrasi oleh Carolyn Bracken. Buku cerita bergambar ini memuat kehidupan sebuah keluarga kelinci. Diterbitkan tahun 1996 dengan 4 seri sekaligus. Yang saya dapatkan cuma 3 seri, “Wortel Juara Lomba” “Telinga Terkulai” dan “Cerita Yang Terulang”. Seri sisanya “Sulap Kelinci” mungkin sudah dibeli orang lain. Sesungguhnya, buku ini layak buat Anda yang senang mendongengkan anak-anak Anda sebelum tidur.

Itulah kelima barang-barang bekas  yang sekarang telah menjadi koleksi bahan bacaan terbaru saya. Biar bekas asal tetap berkualitas, kenapa tidak?