[am kn[ yach

Kita ketergantungan pada social media. Mau makan ngetwit atau updated status. Bahkan berak pun bilang-bilang. Pamer eksistensi. Walau konyol namun faktanya kita terhasut konyol. Di kesempatan berbeda kita tanpa sadar justru mereproduksi pesan orang-orang yang aneh itu. “Duh, mules. Sialan, berak-berak kayaknya nih gue”.

Itulah  social media. Medium unggulan untuk segala keeksistensian. Bekerja  menyampaikan uneg-uneg dan sebagainya atas perintah orang yang  suka-suka berseloroh secara merdeka. Merdeka secara modern.

Dalam dunia maya, bermain social media sampai menunggingkan pantat sekalipun tetap sah-sah saja.

Selain hal tadi, social media memiliki fenomena yang lainnya. Bahasa. Kamu pasti pernah menjumpai bahasa-bahasa alien atau sok kemanja-manjaan. Misalnya, “cium much-much” dan “atu atit”.

Gaya-gaya berbahasa seperti itu semakin menjamur. Mayoritas dapat dinilai buat lucu-lucuan saja. Lumayan, hitung-hitung membuang stres.

Ruang yang disediakan social media ternyata  juga bisa dikatakan sesuai dalam menampung gaya-gayaan tersebut. Kamu kalau ingin meniru begitu ya silakan. Ingat! Merdeka secara modern.

Mumpung social media menyediakan tempat buat kamu eksis, ayo kamu manfaatkan peluangnya.

Bagi kamu yang jomblo, sekali-kali perlu deh menyapa ke kenalan baru kamu di social media dengan mengetik  “[am kn[ yach…”