BELENGGU

Kamu pasti resah. Hidup seperti tengah diperjudikan.

Garis masa depan tiada beda dengan kabut. Samar-samar.

Belajar sekuat tenaga melewati siang malam melawan kantuk hingga rasa lapar namun akhirnya itu berbuah sia-sia.  

Bangku dan mejamu sedikit lagi disarangi laba-laba. Kemudian lantai-lantai kelasmu akan melipat diri.

Mata pensilmu menemui keseimbangannya dengan mata layumu. Sama-sama sudah malas karena lembar-lembar ujian menyasar ribuan kilo jauh di pulau lain. 

Anak sekolah yang tidak memiliki pilihan selain penundaan.