NGILANGIN PIKIRAN CABUL

NGILANGIN PIKIRAN CABUL

Mukijat, bukan nama sebenarnya. Ia memutuskan keluar dari yoga class  yang baru sehari dimasukinya. Alasannya sederhana: “gak tahan melihat tante-tante bercelana gemes.”  Karena Mukijat sudah menjadi pelanggan setia, Emen si pemilik laundry kemudian menyarankan supaya ia menyibukkan diri ikut pelatihan memeras susu sapi di Puncak, Bogor. Ketika Mukijat sedang praktek langsung di lapangan, pemandunya menghardik,

“Masss! biasa aja, gak perlu mendesah!”  

Harapan Mukijat belum padam. Ia segera bbm-in kawannya yang di Cikole, bilang kalau dia mau ke Lembang. Sampai TKP, kawannya meminta dia untuk  menunggangi seekor kuda betina cokelat  mengelilingi perkebunan teh. Mukijat berpikir keras namun ia menyerah setelah didesak melulu. Setiap orang melongo lantas mentertawakan apa yang terjadi di hadapan mereka. Mukijat diteriaki,

“huahahaha urang gelo kuda dipeluk-peluk, cabul euyy.” 

Mukijat kini sungguh putus asa, niatnya menemui kebuntuan. Dengan langkah gontai ia mampir ke warkop terkemuka di Lembang.

“Mau minum apa a?” tanya penjualnya

Tiba-tiba seorang cewek cantik berhidung bangir yang rambutnya diikat menyerobot,

“kasih aja coffeemix!

Mukijat mengiyakan.

Setelah menyesap coffeemix-nya ia ngobrol asyik tanpa malu-malu dengan cewek itu. Nah, Tahu-tahu Mukijat diam di tengah percakapan dan ngomong,

“kok gak ada pikiran yang enggak-enggak ya ngeliat kamu?”  

“Eureka, ini cara ngilanginnya!” Mukijat mengangkat gelas coffeemix-nya.