Istri Meradang, Anak Rindu Kecupan (Tentang John Lennon)

Source: Memories of John Lennon

Desember 2011 BBC secara eksklusif menghadirkan sebuah program untuk memperingati 31 tahun kematian John Lennon. Untaian narasi yang panjang tersaji guna menyingkap masa-masa hidup si anak Liverpool. Visual hitam putih sesekali berkelindan dengan potret bergerak saat John bersama Paul, Ringo, dan George Harrison disambut meriah kedatangannya di Amerika. Rombongan manusia berjejal sambil berteriak dan melambai-lambaikan tangan.

Histeria dan kejadian yang bersejarah justru terjadi di musik. Dan yang lebih menyedihkan adalah detik-detik kematian John Lennon saat terakhir rekaman. Sesaat ia keluar melangkah dari limosin ajal mendekapnya.

Mark David Chapman memang sakit jiwa. Seterusnya hantu John menyiksanya di penjara seumur hidup. Meski Mei lalu ia dipindahkan ke penjara Buffalo, John akan selalu menghantui. John berdiri di mana pun Chapman meringkuk. Sekarang John yang memegang revolver 38 yang dulu pernah Chapman todongkan ke kepala John Lennon. Peluru yang diisi John sangat banyak dan tak terhitung. Bukan 5 butir seperti yang waktu itu Chapman luncurkan. Teror dari John Lennon sampai Chapman mati.

Permainan pikiran Chapman terlalu berlebihan. Jikalau benar dirinya terobsesi seorang tokoh Holden Caulfield di novel JD Salinger, The Catcher in The Rye maka penyematan sang pembunuh yang tak layak dianggap sebagai fans sejati John amat pantas ia terima. Alih-alih tudingan bahwa J. Edgar Hoover lewat CIA dan FBI turut merencanakan pembunuhan John Lennon, mungkin hal tersebut membuat kematian John Lennon sebagai tragedi yang makin terasa menyesakan dan menakutkan.

Saya yakin Chapman pernah melihat foto di bawah ini. Sepasang kekasih berbalut gaun putih sedang bermesraan sembari bernyanyi dan melontarkan yel-yel anti perang pro perdamaian di Oranje Hotel, Amsterdaam. Ketika John dan Yoko berikrar John adalah Yoko, Yoko adalah John, dunia lantas jadi tahu bahwa foto ini merupakan simbol cinta yang di kemudian hari pada akhirnya masing-masing terpisah. Yoko meradang diselimuti kesepian.

Source: Memories of John Lennon

Menggumam atau mengelus dada untuk kegilaan Chapman silih berganti timbul dan tenggelam. Di mana air mata tampaknya akan berlinang. Klip ini menampilkan sebuah cinta yang nyata. Klip favorit saya! Lihatlah John merayu serta merangkul bahkan mencium Yoko tanpa nafsu selain cinta yang dalam. Pandangi bagaimana tatapan bola mata keduanya yang menyala, menyembulkan keromantisan.

Yang sangat menyentuh cerita tentang John Lennon yakni ketika Chapman memupuskan keinginan John untuk segera cepat-cepat menyelesaikan rekaman lalu pulang ke rumah melihat anak kesayangannya Sean. Kecupan dari sang ayah untuk anaknya pun tak pernah Sean rasakan. Bibir ayahnya telah membiru dan beku di lantai, di ambulan, serta di rumah sakit.

Chapman, tolong hapus tanda tangan John Lennon di kasetmu!