ASU Bagian 1

ASUUU!

Hasrat ini tidak dapat saya bendung lagi! Mengalami pergolakan di dalam batin sungguh tak enak! Malam ini saya akan menuliskannya karena sebelumnya sempat saya tahan-tahan.

Kota ini saya anggap seperti ‘Ibu’ asuh saya, mengasuh saya dengan kekhasannya yang tidak bisa saya jelaskan secara spontan.

Saya sangat…sangat…sangat mencintai DJOGJAKARTAH!

Sekarang tepat pukul 21. 33 dan di depan saya seperti ada layar yang menayangkan adegan di mana saya mengayuh sepeda gunung bersama seorang kawan pada suatu sore yang gemilang. Sepanjang sore itu saya menelusuri selokan mataram dari Godean hingga Seturan. Saya sama sekali tidak lelah sebab saya amat dimanjakan dengan pemandangan yang saya lihat.

Saya berada di paling depan, keliatan gak?🙂
wisata.kompasiana.com

Air yang tadinya hening tiba-tiba bersuara deras ketika menuruni sebuah waduk. Bocah-bocah bertelanjang dada tertawa renyah sambil berkecipak-kecipuk berenang. Para orang tua saling bercengkrama satu sama lain di pinggirnya. Setelahnya, roda-roda sepeda membawa saya untuk melewati sebuah jembatan di mana di sisi-sisinya pohon-pohon bambu tumbuh lebat, batang dan daunnya menjutai ke bawah serentak.

Perhatikanlah ‘pusaka’ yang sedang tergantung tsb🙂 http://www.djogjakarta.blogdetik.com

Si bolang dari selokan Mataram🙂
http://www.mindmata.wordpress.com

Dari balik jembatan, batu-batu kali berujung runcing mau pun lonjong mendiami tanah-tanah yang diselimuti pasir. Bunyi orkestra air kali semakin menggelegar sewaktu menabrak mereka.

Kayuhan saya beberapa kali melemah untuk menghindari jalanan yang jebol aspalnya. Bahkan sesekali berdiri kemudian melipir untuk berhenti sebab gujrakan-gujrakan telah membuat pantat saya nyut-nyutan. Duh, rasanya ampun biung kalau kita bersepeda dengan jok yang tidak empuk, benturan antara jalan yang rusak dengan pantat mengakibatkan tulang selangkangan kayak diketuk-ketuk palu godam.

Saya punya biji seakan ingin melompat!

Untuk meredamkan rasa perih tersebut tips saya cuma mengangkang sebentar dan mengelus-elus bagian yang perih itu saja.  Monggo Anda praktekan sendiri! Sensasinya WUEDYAAANNNN!!

Selokan Mataram saat petang
http://www.yogyes.com

Hari petang sebentar lagi menutup, saya dan kawan saya si kona cebol sepakat untuk mengistirahatkan otot-otot kaki di halaman ruko-ruko di Seturan. Bau keringat yang apek sudah menempel di rongga hidung, langkah mulai gontai, dengan kekuatan yang tersisa pantat kami pun berhasil menjamah gundukan beton setinggi paha orang dewasa yang dijadikan pelindung sekaligus tempat duduk di bahu selokan mataram.

Kami duduk bersila menghadap barat sambil mereguk air mineral botol untuk membasahi dahaga di liang tenggorokan.

Saya menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang ketika suara-suara motormatic akan parkir di gamebox yang rukonya berwarna hijau, pengemudinya adalah sekumpulan mahasiswi yang mau menghabiskan waktu mereka untuk berdansa online.

Karena kekurangan cairan banyak, saya jadi berhalusinasi menjadi seorang waitress yang mengantarkan jus-jus dingin pesanan mereka. Saat pintu mereka buka, saya tidak percaya dengan apa yang saya saksikan, ternyata mereka sedang menari striptis.

ASUUU!

Sebelum saya benar-benar pingsan, saya kucek-kucek mata dulu untuk memastikan. Alamak tindakan saya untuk tidak segera pingsan itu keliru, tampak jakun menonjol di leher mereka, waria kah?

ASUUUUU!

Bersambung…🙂