Utrecht 22 Juli 2012

Aku melihat awan bergerak, warna langit berangsur-angsur kebiru-biruan. Asap-asap tipis panjang dari bekas jejak pesawat terlukis bak jembatan. Saat zomer (musim panas) tiba Schipol sangat sibuk, setiap orang pergi  untuk berlibur.

Setelah puas berdiri di balkon, aku berjalan ke pintu kamarku. Tak sengaja aku menginjak memo yang tanpa baju terselip di celah pintu, berisi pesan dari ibuku yang bilang bahwa keluargaku telah berangkat pagi-pagi sekali ke acara gerak jalan Vierdaagsefeesten di  Nijmegeen.

Panas terik jatuh telak ke ubun-ubun kepalaku sejak aku keluar, kunikmati perjalananku dari Zeist menuju Vollenhove. Di sepanjang pedestrian yang berbatu merah selalu kutangkap kata-kata “mooi weer” atau cuaca bagus, dari orang-orang yang berwajah berseri-seri itu. Mungkin pesta barbeque bulan ini akan semakin semarak setelah timnas oranje juara Euro 2012.

Sesampainya di Vollenhove (big shopping center), aku memasuki sebuah toko perkakas lengkap. Muka tokonya menantang, bercat merah terang, hanya ada tiga jendela berkaca panjang yang menonjol keluar, dan satu pintu berlonceng. Dari seberang jalan, toko ini tampak mencolok.

Pemiliknya Jan, ia pria yang baik, sudah beberapa kali aku berkunjung tapi keramahannya tak hilang. Ketika ia menjulurkan barang-barang yang kuperlukan, ia menanyakan bagaimana kemajuan proyek desainku, lalu kujawab sambil mengeluarkan dompetku bahwa itu segera selesai.

Proyek desainku dilatari atas keinginanku untuk membuat sesuatu yang baru sekaligus berguna. Angan-angan itu bertambah kuat hari ke hari. Mencuatlah ide “kasur zomer”, di mana itu kufungsikan sebagai alas bagi orang-orang yang akan menjemur badannya saat zomer.

Courtesy of Rocky Van Houven

Ia memiliki panjang 5 m, lebar samping 60 cm, lebar bawah 2 m, tinggi 1.5 m, kaki-kakinya dari baja ringan, dindingnya dibungkus dengan Polyester Silicon. Kuberikan busa setebal tumpukan 30 buku agar mereka yang berbaring merasa nyaman. Lalu kuletakkan 2 tangga untuk menaikinya, di sisi kiri dan kanan.

Kapasitas kasur ini hanya bisa menampung 6 orang. Nantinya benda itu akan kutempatkan di taman-taman kota Utrecht. Aku telah merancangnya selama 2 minggu, dan esok 22 Juli 2012, kupastikan sudah dapat dipakai.

Kasur itu tengah berada di gudang teman ayahku, konon gudang ini pernah dijadikan hanggar buat perawatan kayak. Siang ini aku melakukan beberapa tugas terakhir seperti mengencangkan mur-mur dan  menyusun lapisan-lapisan busa.  Busa-busa kujejerkan sangat rapat agar jangan ada lubang bagi rayap dan kutu busuk. Untuk menilai seberapa aman dan nyaman, aku menginjak-injaknya dengan hentakan kaki yang besar, dan kupikir tak ada masalah.

Courtesy of Rocky Van Houven

Setelah selesai, kurebahkan tubuh jangkungku, tiba-tiba pikiranku mengembara pada pengalaman-pengalaman kemarin yang melelahkan bersama Jasmijn. Ia memberikan banyak pendapatnya tentang proyekku, kalau ia rasa bahwa aku kurang memperhatikan pendapatnya maka ia akan mendehem dan berkata “mmmhh, hei Rocky Van Houven, aku bukanlah patung!” sambil cemberut.

Di saat itulah, aku mengerti bahwa ia sangat cantik, dari cara memandangnya kurasa ia suka padaku. Di depan patung Willibrordus dari Northumbia, aku berbisik dalam hati  “Aku suka aroma tubuhmu, wangi vanila!lieve (sayang) Jasmijn!”

Tokoh Rocky Van Houven sepenuhnya fiksi. Dan cara ini sengaja dibuat berdasarkan pembacaan saya terhadap kreativitas orang Belanda. Meski belum pernah ke Belanda, tetapi saya mencoba berimajinasi untuk masa depan bagaimana mereka memulai suatu impian.