Cintailah Anakmu Seperti Kau Mencintai Seni

Hey, sebentar lagi anakmu lahir. Siapkanlah dirimu dengan baik.

Hey, sebentar lagi kau menjadi ibu. Berbahagialah, karena tuhan memilihmu.

Hey, aku mendengar anakmu mulai memanggi-manggil namamu. Berbanggalah atas kehidupanmu.

Hey, jangan takut, aku akan berada di sampingmu meski berkilo-kilo meter kita terpisah. Tersenyumlah biar kau tegar.

Hey, ketika anakmu sudah lahir, peluklah ia dengan mesra dan biarkanlah tangisnya memecah.

Hey, ketika anakmu menatap wajahmu, lihatlah matanya penuh dengan rasa syukur, karena sekelebat bintang-bintang bersemayam di sana.

Hey, ketika anakmu tertidur di bahumu yang lembut, usapkanlah keningnya dengan jemarimu yang lentik itu seraya berdoa untuknya.

Hey, pangkulah anakmu tanpa penyesalan, bermainlah dengannya sampai kalian mengantuk.

Hey, ketika nanti anakmu rewel, berikanlah padanya ciumanmu yang paling hebat. Semoga ia segera tenang.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Haluskanlah hatinya dengan seni.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Tanamkanlah keindahan di perasaannya yang seumur jagung itu.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Buatlah ia terpaku saat melihatmu menari.

Hey, aku yakin kau akan mencintai anakmu seperti kau mencintai seni. Merawatnya setiap waktu meski rintangan sering menghadang.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Lukiskanlah kertas-kertas yang kosong dengan warna-warna yang bermakna lalu berikan padanya agar ia mengerti makna dari segala makna adalah dirinya.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Ajarkanlah ia bagaimana kau menari di lantai-lantai yang kau cintai.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Tuturkanlah sastra-sastra yang membuat pikirannya membumi.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Susuilah ia dengan rasa sayang yang kau abdikan pada tari.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Jika anakmu dewasa, kelak ia akan mencintai apa yang telah tuhan berikan padanya seperti ia mencintai seni.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Karena ketika ia dalam kekalutan, emosinya menjadi padam.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Suapilah ia dengan kekuatanmu jangan dengan kelemahanmu.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Hangatkanlah dirinya dengan senandungmu yang tak bertepi.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Cintanya padamu kelak akan seluas samudera.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Cerdaskanlah dirinya dengan kesabaran.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Biar kelak ia mengerti, hidup bukan semata-mata materi.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Biar kelak di hatinya tumbuh perasaan saling menghargai.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Biar kelak nuraninya tak tumpul.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Bawalah ia ke tempat-tempat yang membuat jiwanya kaya.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Biar kelak anakmu tahu kalau kau dan aku pernah dipertemukan oleh seni.

Hey, cintailah anakmu seperti kau mencintai seni. Biar kelak anakmu tahu kalau aku mencintaimu seperti aku mencintai seni.