Kondom: Menurut Ngana?

Artikel dari tetangga:

Tulisan Naussea soal kondom ini sangat menarik. Sejauh pengamatan saya yang gak jauh-jauh amat, artinya hanya sebatas apa yang saya lihat dan dengar dari sekitar, di Indonesia, pemakaian kondom belum terlalu populer.

Banyak yang bilang “ah pake kondom mana enak? mengurangi beberapa puluh persen kenikmatan. gak skin on skin.”

Oh, really? Yakin Anda mau mengambil risiko yang tak terbayangkan jika anda memilih untuk lebih skin on skin?

Having sex memang gak melulu dan selalu melibatkan rasa cinta. Bener, gak? Buat beberapa orang, di beberapa situasi, sex is sex. It has nothing to do with love. Please lah, jangan muna. Anda mungkin bukan penganut sekte ‘sex is sex’, tapi mari buka mata lebar-lebar. Semakin hari, sex menjadi barang yang lumrah dibicarakan, dan –barangkali– dilakukan tanpa melibatkan perasaan. Aku suka, kamu suka, sudah jangan bilang siapa-siapa. Hm?

Balik ke soal kondom. Lepas dari urusan moral, karena memang saya tidak sedang bicara tentang pernikahan, menurut Anda, pake kondom itu perlu atau gak? Satu keharusan, gak?

Menurut saya, iya. Pake kondom, wajib hukumnya. Kita urai satu persatu kenapa-kenapanya ya..

Play safe. Always play safe. Keamanan dan kesehatan Anda adalah yang utama. Ini mirip dengan aturan berkendara. Kalo naik motor, pakailah helm meski Anda cuma mau ke depan komplek buat beli sebungkus rokok. Kalau bawa mobil, ya pakai lah itu seat belt. Mana tau Anda lagi apes.

Tapi kenapa bawa-bawa soal kesehatan, sih? Emang apa risikonya, Mbok?

Banyak. Salah satunya adalah risiko terjadi kehamilan di luar nikah. Tapi itu gak ada apa-apanya dibandingin risiko yang lebih serem: STD. Hamil, solusinya gampang. Nikah aja udah. Beres. Nah, kalo kena penyakit aneh-aneh hanya karena kesenangan satu dua jam? Mau?

“Ah, dia bersih kok. Aku juga bersih.”

Again, OH REALLY? Sebaiknya jangan terlalu yakin dulu. Kita gak pernah tau dengan siapa pasangan kita pernah berhubungan seksual, kan? Kalau si pasangan (pacar, pacar satu malam blablabla) pernah tidur dengan 2 (dua) orang selain Anda saja, dan dua orang ini pernah have sex dengan dua orang lain lagi, dan dua orang ini pernah…silakan teruskan pohon silsilah ini. Serem, gak? Satu saja di antara para pelaku di pohon silsilah ini pernah terlibat dengan yang namanya Sexual Transmitted Desease, artinya Anda sedang membuka diri selebar-lebarnya untuk terjangkit penyakit yang sama.

Kalau dibalik, pertanyaan berikutnya adalah, dengan siapa saja anda pernah tidur? Haha.. makin serem. You’ve been around, s/he’s been around. Siapa yang berani menjamin keamanan dan kebersihan rantai yang sebegitu panjang?

Barusan, di Twitter, saya melempar pertanyaan iseng soal pake atau gak pake kondom. Jawaban yang masuk cukup beragam, tentu dengan berbagai alasan. Saya kutip beberapa ya.. Ada yang serius, ada yang mungkin ngasal atau lucu-lucuan. Silakan diterjemahkan sendiri.

@mas_anu: Pake. Lebih safe & mengurangi potensi kehamilan.
@fistomacho: kalo ada resiko ya jelas pake dong…
@IDberry: Gak pakai #eh
@rara2912 gw pake..-__- (KB)
@denydeyn: tanya ke pasangan dulu, dia maunya pakai apa tidak #ihik
@ninanenen: klo belom nikah, ya pake lah. Untuk menghindari pre-marital pregnancy tentunyah.
@kelakuan: memakai kondom gak berhubungan sama perasaan sih. Demi kesehatan aja
@patriaparamitha: gak pake!!cinta dan sayang kita terhalang latex..
@enirokhayati: teteup pake.. mana tau pasangangan kita kena #HIV ato kagak kan mbok?
@pinot: kondom adl sisi rasional dari kegiatan menjalin hasrat. selain tentu saja, kemampuan utk ‘mencabut sebelum keluar’
@umenumen: kalo sayang itu (menurutku): mau atau engga, siapa atau engga. Kalo iya mau dan siap, bebaskan pilihan pada pasangan. *pret*
@lalacamelia: ga pake kondom. Soalnya panas #eih #survey
@maya_larasati: Pake. It protects you n your partner

Jadi, Anda pilih pake atau gak pake?

*tulisan ini juga dimuat di Ngerumpi.