Mr. x dan Pria misterius

Kini kaki kanannya terjepit pintu metromini, hebatnya tak ada ringis kesakitan yang keluar dari mulutnya. Entah ramuan jamu apakah yang telah diminumnya sehingga bikin dirinya tak menyadari bahwa jari-jarinya berada di goa maut. Di tengah berjubelnya penumpang dan di tengah pengamen yang asyik menembangkan lagu Doel Sumbang, tiba-tiba pundaknya ditepuk oleh seseorang yang tak dikenalnya.

“Eh, mas apa kabar? kemana saja?” spontan ia terkejut akan tetapi di saat rasa keterkejutan menggelayutinya.

Dengan ramah ia membalas:

“Oh baik, saya gak kemana-mana kok, emang kenapa mas?”

Orang yang berbaju kemeja garis-garis cokelat tersebut melayangkan balasan:

“Oouw, begitu”

“Lantas kalau saya hubungi hp mas kok gak diangkat ya?”

Dengan enteng ia mengirim jawaban:

“Wah, ente hubungin nomor ane yang mana nih, cos tiap hari ane gonta-ganti kartu! Sambil menunjukkan beberapa kartu perdana dari dalam tasnya.

Pria misterius mengulangi tindakkannya menepuk pundak, sebut saja mr. x kemudian mr.x bersama perasaan risihnya menyeletuk:

“Bos, kenapa sih nepok-nepok pundak ane aja? sorry banget dah ane masih normal, cari yang laen sono!” Mr.x tampak kesal.

“Duuh gitu aja marah, orang cuman nepok doang!”

“Mmmh, btw boleh liat hp-nya si mas!” Pria misterius menjulurkan tangannya.

“Nih, ati-ati ya bos, ini hp masih ane cicil jadi harus ati-ati!” mr.x mengelap-ngelap hp-nya sebelum memberikan.

“Oke, tenang aja saya ngerti kok!” ucap pria misterius.

Sesaat hp sudah di genggamannya pria misterius menepuk pundak mr.x

“Jaaah, ente kenapa sih, nepok lagi nepok lagi, demi tuhan ane gak doyan cowok, ane suka ma cewek doang, udah berhenti!” raut mukanya ngotot matanya menjurus marah.

Sambil tertawa cengengesan pria misterius memohon maaf:

“Ehe..hehe sorry mas, reflek”

“Mmmh, gini mas kayaknya hp mas ini ngalamin trouble di sistemnya, jadi perlu diperbaiki biar gak tambah parah!”

Sembari membolak-balikkan hp tersebut pria misterius lanjut merayu:

“Saya akan bantu mas, kebetulan saya punya temen ahli soal beginian, saya bawa dulu ya ke tempat temen saya kalo udah bener saya telpon mas”!

Jidat mr.x mengkerut kayak habis diparut, merasa bingung padahal hp miliknya baik-baik saja, seingatnya tadi sebelum berangkat hp-nya dipakai untuk update status di FB dan tak ada masalah. Kenapa secepat ini malah dibilang rusak, ia makin resah:

“Ah masa iya error?”

Pria misterius coba meyakinkan:

“Wah mas rabun, liat nih agak berbayang kan layarnya?” hp dihadapkan ke mata mr.x.

Dan tebak, aksi apa yang dilakukan lagi oleh pria misterius? Ya benar, tangannya menepuk pundak mr.x seperti di awal cerita. Namun kali ini berbeda, ia lakukan berulang-ulang tak hanya sekali.

Tiap mr.x memprotes “eh apaan sih!” Ia menepuk lagi, “eh apaan sih!” Ia menepuk lagi “eh apaan sih! Ia menepuk lagi.

Peristiwa tersebut berlangsung lumayan lama, sekitar 15 menitan hingga memancing perhatian orang-orang di dalam metromini. Dan puncak kekesalan pria misterius terhadap mr.x meletus tak terbendung seperti letusan merapi, sekonyong-konyong koder ia injak kaki kanan mr.x sekuat tenaga seraya mendumel:

“Susssah amat sih luuu dihipnotis, rasaaakan hujaman sepatu caterpillar gua.. Ciiaaaaatttttt…BOOOOM!”

Anda bisa bayangkan bagaimana reaksi mr. X? Tepat sekali, begini reaksinya:

“Agghhhhhhh…piiiiiirrrrrrrrrrrrrr setop…setop…pirrrr kaki gua kejepittttt…kaki gorrilllaaaaa, eeh ama pintu jugaaaaaaaaaa. Pirrrrrrrrrrrrrr, setoppppppp!!! mr.x kelojotan.