Plesiran ke pameran gambar oemboel “Thong Thong Shot”

Menyaksikan pameran gambar oemboel “Thong-Thong Shot” di Bentara Budaya Yogyakarta menghilangkan rasa penasaran saya mengenai apa itu gambar umbul. Gambar-gambar umbul yang disajikan merupakan terbitan tahun 40-an hingga sekarang. Terdiri dari berbagai cerita misalnya gambar umbul wayang, legenda, sampai gambar yang diambil dari kisah-kisah terkenal.

Selain itu, kita bisa melihat gambar umbul penyanyi dan bintang film jaman baheula. Achmad Albar kribonya masih tampak menggunung lebat, Adi Bing Slamet belum dewasa, Ira Maya Sopha tengah imut-imutnya, Rhoma Irama jenggotnya masih gress, dan Bruce Lee dengan rambut poninya.

Gambar umbul adalah ikon asli mainan Indonesia yang lahir antara tahun 30 sampai 40-an. Gambar umbul diadopsi dan bermetamorfosis dari kartu wayang atau kartu rokok. Kalau di Amerika lebih dikenal dengan cigarette cards. Gambar umbul biasanya dimainkan oleh anak-anak pada jaman itu sebagai ajang bergaul satu sama lain.

Melihat gambar kecil-kecil seukuran perangko pertamanya bikin mata saya nyeri. Sebab supaya jelas melihat gambar dan teks di bawahnya, kedua mata harus dijorokkan lebih dekat ke bingkai. Tapi, rasa nyeri itu pelan-pelan hilang dengan sendirinya. Pelan tapi pasti saya mulai menikmati seluruh gambar umbul tersebut.

Gambar umbul dibagi dalam beberapa periode berdasarkan huruf yang tercetak pada gambar umbul tersebut.

Periode 1 merupakan gambar umbul terbitan sebelum tahun 1950-an. Di periode ini masih memakai ejaan “oe” untuk menuliskan huruf “u”.

Periode II merupakan gambar umbul terbitan 1960-1972, menggunakan ejaan lama seperti “dj” dan “tj” untuk menuliskan huruf “j” dan “c”.

Periode III merupakan gambar umbul cetakan setelah tahun 1972, dan telah menggunakan ejaan baru (Suwandi, katalog).

Benar-benar asyik saat mengikuti rangkaian cerita tentang kelahiran Bisma serta petualangan lawas Petruk dan Gareng. Saat membaca teks sebuah gambar umbul yang di pojok kiri atasnya berjudul Pangeran Mlaar (Melar) karya Hasmi bikin saya tertawa. Kreatif sekali namanya Pangeran Melar!!

Gatot Kaca membuai saya lewat keberaniannya melindungi negeri Amarta dari serangan raksasa. Sekejap pikiran saya dibawa terbang ke tahun 90-an ketika melihat gambar umbul para idola tv seperti Macgyver, Knight Rider, Tour of Duty, Crime story, Smurf, hingga 21 Jumpstreet. Bagi Anda yang senang kisah magis, gambar umbul dedemit Pantura mungkin bisa menjadi pilihan.

Ingat Panji Tengkorak? Di pameran ini gambar umbulnya juga ada. Melalui Panji Tengkorak karya Hans Jadara yang diproduksi tahun 80 ini, Seno Gumira Ajidarma mampu meraih gelar doktornya. Gambar umbul Mickey Mouse saya lihat di antara gambar umbul Doraemon dan Pangeran Dasamuka. Karakter Mickey Mouse karya Walt Disney dan Ub Iwerks ini pertama kali diperkenalkan dalam film Plane Crazy tahun 1928 diproduksi oleh Lay & co product.

Tokoh-tokoh komik jagoan dan penjahat luar negeri seperti Flash Gordon, Lex Luthor, Parasite, Superboy, Sheik, Hulk, X-man dan sebagainya tampak tetap berkarakter meski dibuat gambar umbulnya. King Kong, karya Merian C Cooper yang diproduksi tahun 1933 gambar umbulnya tak kalah bagusnya. Dalam pameran ini, kita juga bakal tahu kalau Johnny Weissmuller adalah orang yang pertama kali memerankan tokoh Tarzan dalam film di tahun 40-an melalui keterangan di dekat gambar umbul Tarzan.

Pada gambar umbul Pendekar Rajawali karya Hends yang diproduksi tahun 90-an saya akhiri plesiran malam saya. Mudah-mudahan gambar umbul akan mengalami kebangkitannya kembali di masyarakat. Mengikuti kebangkitan saudara tuanya, komik, yang kini sudah bangun lagi.

Pelengkap Info: katalog pameran.