Tuhan, Aku Ingin Kehujanan

Malam ini aku berlindung di bawah langit malam ramadhan

Mencari jalan, menghilangkan kepenatan, serta mempertanyakan sebuah tindakan

Kali ini tak ada musik, tak ada susu cokelat hangat, maupun tumpukan roti bakar manis di mukaku

Temanku sekarang cuma sajadah hijau panjang, dan sebuah tasbih yang hampa

Malam ini aku merunduk, berlutut, dan memompa air mata, untuk merenung dan memohon ampun kepadamu tuhan

Aku datang tapi hanya sendirian

Nadiku berkeringat sementara hati hanya dilapisi kain beludru tipis

Jelaga terdapat di raut malam, hitam kebiru-biruan

Aku menolak kebisingan yang kampungan tanpa tujuan pasti itu

Aku mau berdiskusi dari hati ke hati, tanya jawab seputar kehidupan

Menyaring yang benar dan melepas semua kegelisahan

Saat ini aku tak merasakan dinginnya malam di kala kemarau

Sebab, hati ini tak pernah tentu soal keadaan

Aku mau duduk lebih dekat di dekatmu

Sebab nadiku berkeringat sementara hati hanya terdiri dari iri dan dengki

Aku datang tapi hanya sebentar, karena aku tahu engkau tak hanya ada di saat ramadhan

Pipiku lunak tergilas hujaman tumpahan sungai keruh

Menghanyutkan jentik-jentik kesalahan dan dosa

Hidupku terasa payau di dasar dan dalamnya

Aku ingin kau pegang, kau dirikan agar aku kuat kini dan nanti

Tuhan aku ingin kehujanan ampunan malam ini