Sepi

Kesepian, kesepian dan kesepian!

Perasaan yang satu ini sering hinggap di hati ribuan orang di dunia. Andaikata, kita bikin sebuah pertanyaan singkat, tentangbagaimana perasaan mereka ketika merasa kesepian? mungkin jawabannya adalah bener-bener gak ngenakkin. Yah, kesepian emang gak ngenakkin, apalagi kesepian karena kehilangan. Bagi orang-orang yang ngalamin hal itu kayaknya berat banget hari-harinya.

Saat kesepian melanda, kita laksana bertempur dengan angin. Mau melawan gak bisa, karena wujudnya hampa. Apalagi berteriak mengusirnya, percuma. Ada pepatah kuno, kalo kesepian dapat pergi oleh waktu. Untuk sementara, nikmatilah, biarin waktu yang kan membunuhnya.

Gak selamanya orang merasa kesepian ketika sedang sendiri. Di dimensi berbeda, orang pun dapat merasa kesepian pas dirinya tengah berada di keramaian. Well, sindrom kesepian emang agak aneh. Gak semisal penyakit masuk angin dan demam, yang mampu diprediksi gejalanya oleh tubuh saat peralihan musim terjadi.

Pulang dari angkringan, di pikiran saya terngiang-ngiang untuk mencari definisi kata sepi atau kesepian melalui tinjauan pustaka. Iseng-iseng saya ambil buku Tesaurus Bahasa Indonesia karangan Eko Endarmoko. Tebalnya mencapai 711 halaman, terselip di antara buku-buku iklan saya. Kamus tersebut mulai saya oprak-oprek. Tanpa pake injek rem, mata saya langsung take off menuju halaman 585. Pada kolom yang awalan hurufnya S, saya pun landing. Kata sepi atau kesepian dimaknai segudang.

Menurut kamus, sepi: hening, mati, senyap, sunyi, hambar, hampa, dan kosong. Sementara kesepian: keheningan, kelengangan, dan kesunyian.

Begitu padat makna di atas yang ngejelasin tentang sepi atau kesepian. Tapi bagi saya bahwa sepi atau kesepian menyangkut tentang perasaan. Perasaan di mana kita merasa nothing.

Memandang kesepian secara subyektif rada-rada melankolis. Muaranya selalu tertuju kepada rasa sendu gulana. Kesepian karena gak ada lagi pacar di sisi kita, kemaren baru aja di-PHK (Pemutusan Hubungan Kekasih) sepihak. Kesepian karena salah seorang anggota keluarga kita telah wafat. Kemudian, kesepian karena gak ada temen-temen yang sms, ngajak hang out di kala malam minggu, sibuk sama bokin masing-masing. Tapi mau digimanain lagi, emang kesepian menyedihkan!

Sepanjang pukul 7 hingga 12 malam ini, kesepian terus menyerang saya. Saya cuekin aja, meskipun bikin hati saya grasak-grusuk gak karuan.  Kesepian dapat pergi oleh waktu. Akhirnya waktu melenyapkan kesepian diri saya. Bersama waktu, saya sudahi tulisan tentang kesepian hati pada kali ini.

Tidur dulu ahhh, besok mau lari pagi…!!