FREEDOM WRITERS (Sebuah Film Fenomenal)

Percayakah Anda bahwa anak remaja yang tadinya hidup penuh dengan kekerasan dan kenakalan  dapat berubah 180 derajat karena peran seorang guru?. Ini kisah nyata yang sungguh terjadi. Keajaiban itu terjadi di salah satu sekolah menengah atas (high school) di salah satu bagian negara di Amerika Serikat. Di sekolah tersebut hampir seluruh muridnya berkelakuan sangat tidak baik. Rasisme, Crime’s  dan Bullying adalah makanan mereka sehari-hari. Mereka pergi ke sekolah bukan untuk mendengarkan pelajaran dari guru. Mereka berbuat keonaran di ruang kelas. Dan  parahnya, situasi ini luput oleh perhatian dewan-dewan guru.

Murid-murid di sana membentuk stratanya masing-masing. Chinesse dengan chinnesse, negro dengan negro, serta kulit putih dengan kulit putih. Akhirnya hal itu menciptakan kamp kekerasan antar grup di sekolah. Beberapa kali bentrokan terjadi, melibatkan beberapa kelompok. Hingga suatu ketika datanglah seorang guru perempuan cantik bernama Erin Gruewell. Erin adalah seorang guru baru yang diperbantukan untuk mengajar di sebuah kelas yang sangat bermasalah. Di kelas tersebut, mayoritas diisi oleh anak-anak yang terkenal paling bandel.

Ketika hari pertama ia mengajar, dia sama sekali tidak dianggap oleh anak muridnya. Bahkan sebagian murid justru melecehkan diri Erin. Kondisi tersebut bertahan sampai beberapa bulan. Erin tidak menyerah sedikit pun. Ia mulai mencari cara bagaimana mengatasi permasalahannya. Berbagai metode pengajaran coba ia aplikasikan. Akan tetapi ini belum membuahkan hasil.

Demi anak-anak nakal, Erin bercerai dengan suaminya. Sang suami merasa Erin lebih mementingkan para murid-murid. Kepiluan hati Erin semakin mendalam. Seluruh rekan kerja malah melakukan tindakan bullying terhadap Erin. Mimpi buruk Erin berlanjut. Kepala sekolah meminta Erin untuk mengundurkan diri.

Suatu ketika Erin berhasil menemukan suatu cara bagaimana menyembuhkan karakter nakal para murid. Ia berpikir bahwa tabiat seseorang yang buruk pasti didasari oleh suatu pengalaman yang pahit dalam hidup. Aspek psikologis yang buruk, kuat mempengaruhi para anak didik. Inspirasi timbul,  Erin berusaha menyatukan seluruh mereka di dalam kelas. Mereka diminta bercerita tentang pengalaman hidup masing-masing.

Erin menggunakan seutas tali yang panjang sebagai media pendukung. Tali diletakan di lantai sebagai garis pembatas. Apabila seorang murid telah bercerita, maka ia harus melewati tali tersebut. Awalnya para murid menolak dengan berbagai alasan. Namun, Erin meyakinkan mereka bahwa ini adalah sebuah permainan yang menyenangkan.

Hati mereka akhirnya luluh. Satu persatu perlahan melangkahi tali setelah mengisahkan pengalaman buruk di masa lalu. Erin merasa terkejut, sebab sesudah itu, hujan air mata seketika tumpah di wajah mereka. Seorang murid bercerita, bahwa ia pernah mengalami kekerasan sewaktu kecil. Murid yang lainnya mengungkapkan, kalau ia pernah dipermalukan di muka umum. Lainnya lagi bercerita, bahwa ayahnya ditangkap polisi padahal tak bersalah. Lalu ada yang bilang, kalau keluarganya berantakan karena sang ayah adalah alkholik dan penjudi. Seorang lainnya malah bercerita tentang pemerkosaan yang menimpah dirinya saat kanak-kanak. Ada lagi yang berkata, bahwa temannya mati terbunuh di depan matanya.

Kisah mereka benar-benar menyayat kalbu. Erin terharu, ia menangis,  kemudian  memeluk mereka dengan hangat.  Anak-anak nakal yang sering dicap sebagai sampah masyarakat ternyata tak seperti yang dipergunjingkan.

Sejak peristiwa di gedung olahraga, perkembangan para muridnya mengalami kemajuan yang baik. Mereka sudah mau belajar dengan tekun. Mereka  membaca buku-buku yang diberikan oleh Erin. Mereka menuliskan keluh kesah hidupnya di sebuah diary. Janji mereka kepada Erin adalah melanjutkan masa depan dengan bekal pendidikan yang lebih baik dan semangat.

Erin Gruewell adalah seorang guru inspiratif  yang mampu membalikkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Melalui jerih payah dan pengorban, Erin dapat menguak latar belakang kenakalan para murid. Erin telah  memberi pelajaran bagaimana peran manusia terhadap permasalahan manusia yang lainnya.

Atas ide Erin, tulisan-tulisan yang berisi keluh kesah dan harapan para murid kemudian dibukukan. Buku tersebut berjudul “Freedom Writer’s”. Buku ini menjadi the best seller di Amerika. Film ini sangat direkomendasikan!